Aku punya satu kepala, ribuan kamu didalamnya.
Aku punya sau hati, menunggu untuk kau diami.
Aku punya dua telinga, hanya suaramu saja yang aku cerna.
Au punya mata, hanya terlukis bayangmu didalamnya.
Mulutku hanya satu, dia hanya melengkungkan senyum, kepada-Mu.
Aku punya bahu, silahkan bersandar disitu. Semaumu.
Aku punya dua lengan,
Kulingkarkan dalam peluknhingga akhir jaman.
Jemari tanganku ada sepuluh.
Sayang, mereka mati rasa, dan baru hidup jika digenggamanmu
Kau lihat jari manisku?
Ia menunggu lingkar janji, sehidup semati.
Aku punya dua lutut, mereka hanya bertekuk di hadapanmu.
Dengan satu senyum maut.
Aku punya dua kaki. Semuanya menujumu. kamu mau diam?
Atau lari mendekatiku?
Milyaran sel darah merahku, semua berdesir dan meluap-luap.
Melukis pipiku, menjadi merah jambu. Di dekatmu.
Milyaran sel di otakku, boleh kau ambil Tuhan,
Tapi tolong sisakan satu. Ingatan tentang kamu.
Epidermis kulitku, sekujurnya,
Menunggu terlapis hangatnya pelukmu.
Tuhan hanya punya satu surga, kamu pasti salah satu contohnya.
Nerakaku cuma satu, jutaan senti berjarak darimu.
Doaku cuma satu, kau berbahagia di setiap langkahmu,
Alam iringanku.
Jutaan anak rambutku berseru rindu.
Usap telapak tangan lembutmu.
Pelukanku hangat, entah berapa suhunya.
Kalikan jutaan sekap untukmu.
Kini, sudah melelehkan kau dwkatku?
Kamu, pasti berkelenjar air mata. Di dekatku, takkan kubiarkan
Jatuh, walau setetes saja.
"karena kau ganjil, dan aku beserta jiwaku
Akan berusaha menggenapinya"
Karya : Rahne Putri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar