Mungkin dimatamu aku sama
Seperti dulu, seperti pada umumnya
Terkadang aku bertanya-tanya
Haruskah aku
Menyuruhmu untuk meminjam perglihatan oranglain
Agar aku terlihat berbeda?
Bukannya aku menyerah untuk berubah
Tapi mungkin saja aku berhenti berubah suatu saat
Akan tetapi alasan aku berubah yang tak akan pernah berubah
Kamu :)
Rabu, 14 Agustus 2013
Senin, 29 Juli 2013
Kabar Dariku
Jangan pernah kamu membiasakan diri tanpa keberadaanku
Tanpa pesan singkat atau telepon dariku
Carilah aku jika kabar itu tidak ada
Aku ingin kau slalu mencari aku
Ada tidak ada aku didekatmu
Cari aku
Aku mau kau selalu merinduku
Seperti aku selalu merindumu
Meski terkadang jarak membuatmu marah
Kabarku padamu sedikit tak terarah
Maafkan aku
Aku bukan melupakanmu dengan sengaja
Terkadang kesibukan membuatku terlena
Maafkan aku cinta
Tetaplah butuh aku
Meski aku jauh
Meski bukan tanganku yang membantu dan menghapus air matamu
Percayalah, doaku selalu akan menjagamu
Medan,16juli2013
BabangMz
Jumat, 26 Juli 2013
Setia Itu Bahagia
Setia itu bahagia :)
Aku berusaha percaya kata hati. Namun aku tercengang ketika aku bertanya padamu,akankah kau bertahan dengan kurangnya aku, dengan ketiadaan kakiku untuk menemani langkahmu, kau hanya diam, tak lagi berani melihat mataku.
Ya, ini aku, orang yang tiada lagi sempurna untuk menemani hidup wanita yang aku cintai. Namun berusaha tetap mempertahankannya karena jiwa akan hampa.
Wanita itu telah menguatkan aku sejak dulu, sejak aku tak sedang baik seperti sekarang. Wanita itu berani merebut aku dari perkumpulan yang kini sangat menghargai keberadaannya ditengah-tengah kami.
Wanita itu seorang calon dokter yang telah mengobati kami dengan kata-kata dan perbuatannya. Dia perhatian terhadap semua "pasien" nya, namun perhatian terbaik diantara mereka ditujukan kepadaku.
Bagaimana aku tidak jatuh hati, dia bisa meramalku walau sering salah, tapi itu membahagiakanku karena dia telah membuat aku tertawa. Tak hanya saat bertemu, saat menerima pesan singkat ataupun telepon larut malam, dia selalu membuatku tertawa, hingga aku lelah dan tertidur pulas.
Hingga suatu saat, dia mengatakan padaku apa yang telah dia bicarakan dengan dokter tentang sakit yang aku tahan sakitnya. Aku harus mengamputasi penopang ragaku. Ya kaki. Saat ketakutan muncul mendengar kata itu, dia mengelus alisku dan meyakinkan bahwa aku akan baik-baik saja. Hingga aku percaya kepada apa yang dia katakan.
Namun, ragu lain muncul saat ia tak mampu menjawab tanyaku, bahkan akhirnya dia mengatakan bahwa dia tak lagi berani untuk berjanji akan selalu menemaniku seperti saat utuhku. Namun ia berubah pikiran setelah ia berani melihat mataku, mempercayakan hatinya tetap untukku. Hingga aku melewati hari itu dengan tenang.
Waktupun berlalu, aku kini tetap menemaninya, walau terkadang duduk di atas kursi roda dan menggunakan tongkat. Dia tak pernah malu, aku yakin dia merasakan hak kepemilikanku olehnya. Aku juga tak putus asa, untuk memenuhi kebutuhan hidup kami disamping kami saling membutuhkan cinta dan kasih sayang. Aku menghidupinya layaknya orang normal.
Hingga sahabatku yang lain menyatakan kebanggaannya atas hubungan kami, dia tak hanya bangga, tapi percaya bahwa setia sebenarnya akan membahagiakan, dan jangan menaruh ragu atas kepercayaan yang diberikan. Kami senang dengan apa yang kami jalani, dan kami juga senang bisa membahagiakan orang disekeliling kami, tak lupa kami menebar cinta diantara mereka.
Karya: @babangmz
Langganan:
Postingan (Atom)