Ternyata
kehilangan adalah sesuatu yang tidak selamanya harus disesali, tidak selamanya
harus ditangisi, tidak selamanya menyimpan duka yang dalam. Karena pertemuan
pasti akan terjadi lagi. Jadi kesimpulannya, kehilangan atau kepergian seseorang adalah pertemuan kembali dengannya
dengan situasi dan keadaan yang berbeda. Entah kamu atau dia yang berubah,
entah kalian dan kehidupan kalian yang berubah, entahlah. Karena pada dasarnya
waktu adalah sebuah hal yang tidak konstan, dia terus bergerak menemui serta
meninggalkan. Perubahan juga selalu beriringan dengan itu. Usiamu,
keberhasilanmu, kegagalanmu, dan semua takdir yang dituliskan untukmu.
Kehilangan
adalah sesuatu yang berat jika tidak ada persiapan. Pertanyaannya, kapan
persiapan kehilangan harus dilakukan?, persiapan seperti apakah yang harus
dilakukan?, dan kenapa harus memiliki persiapan?. Persiapan kehilangan harus
dilakukan setelah pertama kau bertegur sapa dengannya. Karena dapat dipastikan
pertemuan itu awal dari bahagiamu, bertemu dengan sesuatu yang baru juga awal
dari kesedihanmu. Karena pertemuan adalah awal dari segalanya. Persiapan yang harus
dilakukan untuk sebuah kehilangan adalah pertanyaan yang sampai saat ini saya
sendiri masih memikirkannya, seringkali merenungkannya. Jika kita melakukan
hal-hal seperti menjaga jarak atau menganggap semuanya biasa saja adalah sebuah
hal yang sulit apalagi jika kita telah menemukan “nyaman” dalam pertemuan itu. Pertanyaan
itu silahkan renungkan sendiri jawabannya, dan jangan gegabah dalam mengambil
keputusan untuk menjauhi jika sudah terlalu takut. Lebih baik menjaga, lakukan
apa yang seharusnya dan tidak melakukan apa yang seharusnya tidak. Bukan berarti
menghindari apa yang biasa dilakukan. Dan menghilangkan kebiasaan yang serinng
dilakukan bersama. Jadi sebenarnya adalah sebuah hal yang sulit untuk menerima
dengan cepat jika kehilangan itu datang. Sebenarnya tidak ada guna mempersiapkan
itu semua, selain disaat kehilangan disaat itu juga mau tidak mau kau harus
menerimanya, mau tidak mau kau harus hidup dalam kenyataan, meski dia tak lagi
ada dalam nyatamu. Meski dia terlihat tapi kalian tak lagi bisa untuk
berbicara. Meski kalian sudah hafal kebiasaan satu sama lain, namun harus
membiasakan diri untuk tidak mengingatkannya atau melakukan bersamanya dan
harus menjadikan kebiasaan itu adalah hal yang tak lagi harus dilakukan dalam
hidup kalian.
Kehilangan...
kehilangan... oh kehilangan
Teruntuk
kehilangan
Terimakasih
telah menyambangi kebahagiaanku
Terimakasih
telah selalu menjadi awal untuk pertemuanku dengan hal dan sesuatu yang baru
Terimakasih
telah mengingatkanku rasanya menangis untuk kepergian
Terimakasih
telah mengingatkanku kalau rencana Tuhan indah
Terimakasih
telah mengingatkanku rasanya terjatuh, sakit dan kemudian harus bangkit
Terimakasih
untuk mengingatkan kalau hidup tidak selamanya baik, namun tidak juga jahat
Terimakasih
telah memberi peringatan bahwa hidup itu selalu berwarna, meski tidak semua
warna adalah cerah
Terimakasih
telah menyajikan keindahan setelah itu
Terimakasih
meski dalam waktu lama aku baru menyadari selalu ada makna di balikmu
Terimakasih
Kehilangan...
kehilangan... ooh kehilangan
Hadirmu
adalah hal yang tidak diharapkan, namun kau dengan sopan menyambangi hidup
anak-anak didunia, kemudian pergi tanpa permisi, dan kembali dengan kebahagiaan
baru, lalu kau merenggutnya kembali, dan begitu seterusnya.
Nb:
ini adalah hasil pemikiran saya, jika pembaca tidak setuju jangan dibaca.