Setiap bait ini, adalah rasa
Ketika pertama aku mengenal cinta dan sakitnya
Yang ternyata
Tidak seperti selama ini yang pernah ku damba
Kau tau,
Kapan pertama kali aku mengenal cinta?
Ya, aku tau cinta saat pertama kali, secara tidak sengaja
Menatap matamu yang meneduhkan hatiku
Apakah kau tau,
Apa yang ada dibenakku ketika merasakan sesuatu yang berbeda saat itu?
Ya, aku merasa kau telah memenuhi keempat ruang jantungku
Dan yang aku tau, saat ini kaulah yang mengatur setiap detaknya.
Taukah kamu,
Hal terindah selain kebahagiaan selama aku hidup
Adalah pernah memilikimu dan menjadi milikmu
Tapi, cinta tak seindah itu
Kini kau tak lagi seperti dulu
Mengatur detak jantungku, mengiramakan setiap nafasku,
Dan mewarnai pelangiku yang dulu pernah abu-abu
Aku tidak perlu penjelasan
Aku juga tak lagi butuh kepastian
Aku sebenernya berat untuk merelakan setiap kebahagiaan
Yang pernah menjadi puisi dalam hidup kita
Tapi, kau butuh kebebasan,
Dan aku juga tidak butuh penghianatan
Aku rasa Tuhan selalu punya jalan
Untuk membahagiakan insan yang slalu di dipenuhi cinta
Berbahagialah kau di sana, jalani harimu bersamanya.
Minggu, 23 September 2012
Jumat, 21 September 2012
Ini Aku
Aku punya satu kepala, ribuan kamu didalamnya.
Aku punya sau hati, menunggu untuk kau diami.
Aku punya dua telinga, hanya suaramu saja yang aku cerna.
Au punya mata, hanya terlukis bayangmu didalamnya.
Mulutku hanya satu, dia hanya melengkungkan senyum, kepada-Mu.
Aku punya bahu, silahkan bersandar disitu. Semaumu.
Aku punya dua lengan,
Kulingkarkan dalam peluknhingga akhir jaman.
Jemari tanganku ada sepuluh.
Sayang, mereka mati rasa, dan baru hidup jika digenggamanmu
Kau lihat jari manisku?
Ia menunggu lingkar janji, sehidup semati.
Aku punya dua lutut, mereka hanya bertekuk di hadapanmu.
Dengan satu senyum maut.
Aku punya dua kaki. Semuanya menujumu. kamu mau diam?
Atau lari mendekatiku?
Milyaran sel darah merahku, semua berdesir dan meluap-luap.
Melukis pipiku, menjadi merah jambu. Di dekatmu.
Milyaran sel di otakku, boleh kau ambil Tuhan,
Tapi tolong sisakan satu. Ingatan tentang kamu.
Epidermis kulitku, sekujurnya,
Menunggu terlapis hangatnya pelukmu.
Tuhan hanya punya satu surga, kamu pasti salah satu contohnya.
Nerakaku cuma satu, jutaan senti berjarak darimu.
Doaku cuma satu, kau berbahagia di setiap langkahmu,
Alam iringanku.
Jutaan anak rambutku berseru rindu.
Usap telapak tangan lembutmu.
Pelukanku hangat, entah berapa suhunya.
Kalikan jutaan sekap untukmu.
Kini, sudah melelehkan kau dwkatku?
Kamu, pasti berkelenjar air mata. Di dekatku, takkan kubiarkan
Jatuh, walau setetes saja.
"karena kau ganjil, dan aku beserta jiwaku
Akan berusaha menggenapinya"
Karya : Rahne Putri
Aku punya sau hati, menunggu untuk kau diami.
Aku punya dua telinga, hanya suaramu saja yang aku cerna.
Au punya mata, hanya terlukis bayangmu didalamnya.
Mulutku hanya satu, dia hanya melengkungkan senyum, kepada-Mu.
Aku punya bahu, silahkan bersandar disitu. Semaumu.
Aku punya dua lengan,
Kulingkarkan dalam peluknhingga akhir jaman.
Jemari tanganku ada sepuluh.
Sayang, mereka mati rasa, dan baru hidup jika digenggamanmu
Kau lihat jari manisku?
Ia menunggu lingkar janji, sehidup semati.
Aku punya dua lutut, mereka hanya bertekuk di hadapanmu.
Dengan satu senyum maut.
Aku punya dua kaki. Semuanya menujumu. kamu mau diam?
Atau lari mendekatiku?
Milyaran sel darah merahku, semua berdesir dan meluap-luap.
Melukis pipiku, menjadi merah jambu. Di dekatmu.
Milyaran sel di otakku, boleh kau ambil Tuhan,
Tapi tolong sisakan satu. Ingatan tentang kamu.
Epidermis kulitku, sekujurnya,
Menunggu terlapis hangatnya pelukmu.
Tuhan hanya punya satu surga, kamu pasti salah satu contohnya.
Nerakaku cuma satu, jutaan senti berjarak darimu.
Doaku cuma satu, kau berbahagia di setiap langkahmu,
Alam iringanku.
Jutaan anak rambutku berseru rindu.
Usap telapak tangan lembutmu.
Pelukanku hangat, entah berapa suhunya.
Kalikan jutaan sekap untukmu.
Kini, sudah melelehkan kau dwkatku?
Kamu, pasti berkelenjar air mata. Di dekatku, takkan kubiarkan
Jatuh, walau setetes saja.
"karena kau ganjil, dan aku beserta jiwaku
Akan berusaha menggenapinya"
Karya : Rahne Putri
Minggu, 16 September 2012
UntukMu
Kalau aku binatang
Kau apa
Kalau aku tuli
Aku harus apa
Kalau aku bukan manusia
Untuk apa kau lahirkan
Kau tak lagi tau apa-apa
Aku telah memendam semuanya
Dimana letak bahagia
Yang sering kau ucapkan pada orang lain
Jika itu hanya ungkapan
Aku minta kau tak lagi melakukan
Aku juga lelah harus menahan perasaan
Lelah menahan kesepian
Jika kau mampu menasehati orang dengan perkataan
Kenapa hati ini slalu kau hancurkan
Dimana cinta yang sering kau gembar-gemborkan
Mata lain memandang kita slalu dalam ketenangan saja
Ternyata topeng mampu mengalihkan semuanyau
Kau apa
Kalau aku tuli
Aku harus apa
Kalau aku bukan manusia
Untuk apa kau lahirkan
Kau tak lagi tau apa-apa
Aku telah memendam semuanya
Dimana letak bahagia
Yang sering kau ucapkan pada orang lain
Jika itu hanya ungkapan
Aku minta kau tak lagi melakukan
Aku juga lelah harus menahan perasaan
Lelah menahan kesepian
Jika kau mampu menasehati orang dengan perkataan
Kenapa hati ini slalu kau hancurkan
Dimana cinta yang sering kau gembar-gemborkan
Mata lain memandang kita slalu dalam ketenangan saja
Ternyata topeng mampu mengalihkan semuanyau
Jumat, 14 September 2012
Rasa Cinta
Berkatalah cinta
Jika ia menemukan sejatinya
Bahagialah cinta
Jika ia mencium wangi harum asmara
Bergetar hatinya
Ketika ia menyebut sebuah nama
Yang telah terpatri
Sejak pandang pertama
Tersusunlah kenangan
Diantara segala cerita yang ada
Terkadang menembus mimpi
Hingga waktu pagi tiba
Angan serta harapan
Tertulis ringan tanpa pikir panjang
Tak lagi ingat cara melakukan
Karena cinta tlah butakan semuanya
Kaulah cintaku
Saat pandang pertama kita menyatu
Darah yang mengalir berteriak haru
Saat aku tau kau juga cinta padaku
Jika ia menemukan sejatinya
Bahagialah cinta
Jika ia mencium wangi harum asmara
Bergetar hatinya
Ketika ia menyebut sebuah nama
Yang telah terpatri
Sejak pandang pertama
Tersusunlah kenangan
Diantara segala cerita yang ada
Terkadang menembus mimpi
Hingga waktu pagi tiba
Angan serta harapan
Tertulis ringan tanpa pikir panjang
Tak lagi ingat cara melakukan
Karena cinta tlah butakan semuanya
Kaulah cintaku
Saat pandang pertama kita menyatu
Darah yang mengalir berteriak haru
Saat aku tau kau juga cinta padaku
Langganan:
Postingan (Atom)