"Sayang, aku hari ini ada pertemuan dengan salah satu penerbit buku, doakan buku aku bisa menjadi salah satu yang diterbitkan, dan bisa diterima dengan baik ya". Kekasih pun menjawab, "Iya sayang, dalam doaku selalu ada namamu yang akan selalu kudoakan agar menjadi yang terbaik untuk dirimu dan orang lain, Amin". Itu adalah percakapan singkat lewat telepon. Mereka adalah Akbar dan Tiara. Sepasang kekasih yang telah sejak lama menjalin hubungan antara hati dengan hati, melengkapi satu sama lainnya. Saling mendukung untuk segala sesuatu yang memajukan pribadi mereka masing-masing.
Akbar adalah salah satu mahasiswa yang mengembangkan bakatnya dalam bidang menulis, khususnya puisi. Sedangkan Tiara adalah seorang wanita yang baik hati, yang selalu mendukung apapun yang Akbar lakukan.
Akbar memiliki cita-cita untuk menerbitkan semua tulisan emasnya dalam bentuk buku, agar bisa dikonsumsi masyarakat, dan Ia dapat dike al orang banyak. Karena keinginan besarnya ini, banyak waktu yang Ia gunakan untuk terus berinspirasi menuliskan setiap kata yang terselip makna, sehingga Ia lupa dengan kesehatannya dan segala yang berhubungan dengan dirinya. Untung saja Tiara, sang kekasih selalu mengingatkannya untuk menjaga pola makan dan tidurnya.
Hari demi hari berganti, Tiara mulai bosan dengan keadaan yang menghimpit dirinya. Ia merasa Akbar telah berubah dan tak lagi peduli padanya. Tapi apa yang ada dalam pikirannya tidak sama sekali sama dengan apa yang dirasakan Akbar.
Akbar memiliki cita-cita untuk menerbitkan semua tulisan emasnya dalam bentuk buku, agar bisa dikonsumsi masyarakat, dan Ia dapat dike al orang banyak. Karena keinginan besarnya ini, banyak waktu yang Ia gunakan untuk terus berinspirasi menuliskan setiap kata yang terselip makna, sehingga Ia lupa dengan kesehatannya dan segala yang berhubungan dengan dirinya. Untung saja Tiara, sang kekasih selalu mengingatkannya untuk menjaga pola makan dan tidurnya.
Hari demi hari berganti, Tiara mulai bosan dengan keadaan yang menghimpit dirinya. Ia merasa Akbar telah berubah dan tak lagi peduli padanya. Tapi apa yang ada dalam pikirannya tidak sama sekali sama dengan apa yang dirasakan Akbar.
Dengan sadar, Ia menyakiti Akbar dengan mengalihkan hatinya kepada oranglain. Iya, oranglain yang menurutnya lebih perhatian dan mengerti dia daripada Akbar yang tengah sibuk dengan keinginan dan cita-cita besarnya. Oranglain itu bernama Aldi.
"Sayang, besok tanggal 13. Kamu ngerti maksud akukan?", kata Akbar dengan senyum indahnya.
"Iya memang besok tanggal 13. Mmm emang kenapa?", balas Tiara. "Besok kita Anniversary tahun
pertama. Masakamu lupa? Aku yakin kamu pura-pura lupa kan?", balas Akbar dengancanda. "Oiya
iya aku kan pura-pura lupa. Hehehe. Mna mungkin aku lupa dengan hari itu", Tiara tersenyum pahit.
"Besok kita jalan ya, sekedar untuk sedikit memperingatinya. Kamu mau dan bisakan?", Harap
Akbar. "Aduuh sayang, maaf banget ya. Kali ini aku gabisa. Aku mau nemenin bunda pergi ketempat nenek. Maaf ya sayang, maaf banget", jawab Tiara. "Mmmh yaudadeh gapapa. Lagian masih ada waktu lain buat kita kan?hehehe", Akbar menutupi sedikit rasa kecewanya. "Yaudah, kamu istirahat ya, biar besok bisa bangun cepat, sip?", kata Akbar. "Oke sayang",jawab Tiara singkat. Dan malam
itupun berakhir.
Keesokan harinya, keika tanggal 13 itu tiba, Akbar membuat pesan singkat untuk dikirimkan kepada kekasihnya, Tiara. Yang berisi :
"Happy Anniversary sayang, ternyata waktu yang kita laluibersama tidak terasa. Besar harapan aku untu hubungan ini bisa kita jaga sampai kita dapat benar-benar melengkapi hidup dan hati kita. Tak lagi membiarkan hati ini kosong tanpa cinta dan kasih sayang.
Trimakasih untuk semua yang telah kamu berikan untukku. Tentunya aku tidak bisa meyebutkannya satu persatu.yang aku tau aku milik kamu dan kamu juga milik aku.
Aku sayang kamu, Tiara".
Pesan singkat yang dikirimkan Akbar tidak mendapat balasan dari Tiara. Akbar memakluminya dan berpikir bahwa tiara masih tidur, atau sedang membantu ibunya.
Akbar berniat untuk memberikan kejutan kepada Tiara. Ia pergi untuk membeli kado dan kue di salah satu pusat perbelanjaan. Ditengah perjalanan Akbar merasa sangat bahagia hatinya pada hari itu. Dia merasakan kuatnya rasa cinta yang dimilikinya untuk Tiara. Setelah sampai dan memarkirkan mobilnya, Ia menuju kedalam pusat perbelanjaan dengan langkah ringan tanpa beban. Dan yang terjadi adalah, Ia melihat kekasihnya Tiara, sedang menyulam benang cinta baru dengan orang lain. Tanpa menunggu waktu lama Akbar menegur Tiara dengan senyumnya.
"Tiara?", sapa Akbar tenang. Tiara yang menoleh seketika terdiam menahan rasa terkejutnya. "siapa dia?", tanya Akbar lembut. "Aku Aldi, kekasih Tiara. Kamu siapa? Temennya?", Aldi menjabat tangan Akbar seraya tersenyum. Sambil terbata Akbar pun menjawab, "I..I..Iya aku temennya Tiara. Mmm yaudah aku duluan ya, ada urusan penting. Mari Tiara, Aldi, salam kenal" , jawab Akbar cepat dan kembali ke parkiran dengan niatan untuk pulang ke rumahnya.
Ketika malam datang, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah Akbar. Akbar terkejut ketika saat Ia membuka pintu Tiara ada didepannya. Tiara yang melihat Akbar spontan memeluknya sambil menangis. "Maafin aku Bar, aku gak bermaksud melakukan semua ini ke kamu. Kamu mau maafin akukan?". "Aku tidak marah, aku tidak menyesal, aku tidak dendam", jawab Akbar seraya melepaskan pelukan Tiara. "Tiara, kamu itu wanita baik. Yang pasti mendapatkan kekasih hati yang baik pula. Untuk apa aku harus marah kepadamu, aku tau dan mengerti dengan apa yang kamu lakukan. Tidak ada sedikitpun rasa kecewa, karena aku tau, kau memilihnya karena dia lebih baik daripadaku, lebih mengerti dan bisa menerima semua kekuranganmu lebih dari apa yang telah aku lakukan kepadamu selama ini. Jadi, aku yakin kau lebih mencintainya dari padaku. Jika kau tidak mencintainya, tidak mungkin kau akan berpaling dariku bukan?", kata Akbar lembut. "Tapi aku ingin bersamamu, Akbar", balas Tiara sembari menghapus airmatanya. "Kau miliknya, kekasihmu bukan aku, Tiara. Kekasihmu Aldi. Pesanku, jangan kamu kecewakan dia, sayangi dia seperti aku menyayangimu seperti sediakala, jagalah cinta kalian untuk satu sama lain, yakinkan hati kalian bahwa kalian adalah saling memiliki", jawab Akbar. " Sekarang pulanglah, Ibumu menunggu dirumah. Dan Aldi menunggu kabar darimu", lanjutnya. Tiara pun pergi tanpa sepatah kata pun.
Selesai~~~
banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari ceritapendek diatas. Khususnya kalian yang merasa dikhianati. Sebenarnya kalian tidak perlu marah-marah dan melakukan hal-hal yg dapat merusak hidup kalian.
Percayalah pada cinta, yang akan selalu memberikan pasangan cinta padamu.
Pelajaran selebihnya monggo di saring sendiri.
Sekian dari saya, oiya Happy Birthday ke 67 indonesiaku, aku mencintaimu. MERDEKA!!!
"Sayang, besok tanggal 13. Kamu ngerti maksud akukan?", kata Akbar dengan senyum indahnya.
"Iya memang besok tanggal 13. Mmm emang kenapa?", balas Tiara. "Besok kita Anniversary tahun
pertama. Masakamu lupa? Aku yakin kamu pura-pura lupa kan?", balas Akbar dengancanda. "Oiya
iya aku kan pura-pura lupa. Hehehe. Mna mungkin aku lupa dengan hari itu", Tiara tersenyum pahit.
"Besok kita jalan ya, sekedar untuk sedikit memperingatinya. Kamu mau dan bisakan?", Harap
Akbar. "Aduuh sayang, maaf banget ya. Kali ini aku gabisa. Aku mau nemenin bunda pergi ketempat nenek. Maaf ya sayang, maaf banget", jawab Tiara. "Mmmh yaudadeh gapapa. Lagian masih ada waktu lain buat kita kan?hehehe", Akbar menutupi sedikit rasa kecewanya. "Yaudah, kamu istirahat ya, biar besok bisa bangun cepat, sip?", kata Akbar. "Oke sayang",jawab Tiara singkat. Dan malam
itupun berakhir.
Keesokan harinya, keika tanggal 13 itu tiba, Akbar membuat pesan singkat untuk dikirimkan kepada kekasihnya, Tiara. Yang berisi :
"Happy Anniversary sayang, ternyata waktu yang kita laluibersama tidak terasa. Besar harapan aku untu hubungan ini bisa kita jaga sampai kita dapat benar-benar melengkapi hidup dan hati kita. Tak lagi membiarkan hati ini kosong tanpa cinta dan kasih sayang.
Trimakasih untuk semua yang telah kamu berikan untukku. Tentunya aku tidak bisa meyebutkannya satu persatu.yang aku tau aku milik kamu dan kamu juga milik aku.
Aku sayang kamu, Tiara".
Pesan singkat yang dikirimkan Akbar tidak mendapat balasan dari Tiara. Akbar memakluminya dan berpikir bahwa tiara masih tidur, atau sedang membantu ibunya.
Akbar berniat untuk memberikan kejutan kepada Tiara. Ia pergi untuk membeli kado dan kue di salah satu pusat perbelanjaan. Ditengah perjalanan Akbar merasa sangat bahagia hatinya pada hari itu. Dia merasakan kuatnya rasa cinta yang dimilikinya untuk Tiara. Setelah sampai dan memarkirkan mobilnya, Ia menuju kedalam pusat perbelanjaan dengan langkah ringan tanpa beban. Dan yang terjadi adalah, Ia melihat kekasihnya Tiara, sedang menyulam benang cinta baru dengan orang lain. Tanpa menunggu waktu lama Akbar menegur Tiara dengan senyumnya.
"Tiara?", sapa Akbar tenang. Tiara yang menoleh seketika terdiam menahan rasa terkejutnya. "siapa dia?", tanya Akbar lembut. "Aku Aldi, kekasih Tiara. Kamu siapa? Temennya?", Aldi menjabat tangan Akbar seraya tersenyum. Sambil terbata Akbar pun menjawab, "I..I..Iya aku temennya Tiara. Mmm yaudah aku duluan ya, ada urusan penting. Mari Tiara, Aldi, salam kenal" , jawab Akbar cepat dan kembali ke parkiran dengan niatan untuk pulang ke rumahnya.
Ketika malam datang, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah Akbar. Akbar terkejut ketika saat Ia membuka pintu Tiara ada didepannya. Tiara yang melihat Akbar spontan memeluknya sambil menangis. "Maafin aku Bar, aku gak bermaksud melakukan semua ini ke kamu. Kamu mau maafin akukan?". "Aku tidak marah, aku tidak menyesal, aku tidak dendam", jawab Akbar seraya melepaskan pelukan Tiara. "Tiara, kamu itu wanita baik. Yang pasti mendapatkan kekasih hati yang baik pula. Untuk apa aku harus marah kepadamu, aku tau dan mengerti dengan apa yang kamu lakukan. Tidak ada sedikitpun rasa kecewa, karena aku tau, kau memilihnya karena dia lebih baik daripadaku, lebih mengerti dan bisa menerima semua kekuranganmu lebih dari apa yang telah aku lakukan kepadamu selama ini. Jadi, aku yakin kau lebih mencintainya dari padaku. Jika kau tidak mencintainya, tidak mungkin kau akan berpaling dariku bukan?", kata Akbar lembut. "Tapi aku ingin bersamamu, Akbar", balas Tiara sembari menghapus airmatanya. "Kau miliknya, kekasihmu bukan aku, Tiara. Kekasihmu Aldi. Pesanku, jangan kamu kecewakan dia, sayangi dia seperti aku menyayangimu seperti sediakala, jagalah cinta kalian untuk satu sama lain, yakinkan hati kalian bahwa kalian adalah saling memiliki", jawab Akbar. " Sekarang pulanglah, Ibumu menunggu dirumah. Dan Aldi menunggu kabar darimu", lanjutnya. Tiara pun pergi tanpa sepatah kata pun.
Selesai~~~
banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari ceritapendek diatas. Khususnya kalian yang merasa dikhianati. Sebenarnya kalian tidak perlu marah-marah dan melakukan hal-hal yg dapat merusak hidup kalian.
Percayalah pada cinta, yang akan selalu memberikan pasangan cinta padamu.
Pelajaran selebihnya monggo di saring sendiri.
Sekian dari saya, oiya Happy Birthday ke 67 indonesiaku, aku mencintaimu. MERDEKA!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar