Selasa, 03 Juli 2012

01 Maret 2012



Tulisan emas kali ini aku buat khusus untuk kamu yang disana. Yang saat ini tengah mengisi hari-hari aku dengan senyuman. Mengisi setiap detikku dengan penuh kasih sayang. Menyempurnakan hidupku yang dulu sempat kehilangan arah. Yang menjadi terbaik untuk mengisi hati ini dimulai sekitar 4 bulan yang lalu. RNH
Sekitar 4 bulan yang lalu, 1 Maret 2012, pukul 22.13 WIB, kamu menerimaku sebagai salah satu bagian dari hidupmu. Menyiagakan diri untuk selalu menjagaku dalam ruang lingkup yang benar. Menerimaku dengan segala kekurangan. Dan mampu mengerti apa yang aku inginkan dan aku butuhkan dalam waktu yang bersamaan. Ketulusan itu yang membuatku bertekuk lutut terhadapmu.
Sahabat jadi cinta, itu adalah hal sering kau katakan padaku ketika malam tiba sebelum aku (selalu) meninggalkanmu untuk menjelang mimpi terlebih dahulu. Aku jatuh cinta, adalah lagu yang paling sering kamu nyanyikan untuk menghantarkanku dalam kelelapan. Aku harap itu adalah perasaanmu setiap hari ketika masih menjalani hari-hari ini denganku.
Setiap kali kerinduan mengisi relung hati yang kosong, aku selalu ingin bertemu denganmu detik ketika aku merindukanmu (walaupun setiap detik). Ya... itulah aku, manusia yang paling sulit untuk menahan mengatakan kangen, rindu, dan sejenisnya dengan semua itu. Aku yakin kamu juga merasakan hal yang sama setiap kali aku mengungkapkannya lewat pesan singkat ataupun via gelombang suara :D.
Terlalu banyak kebaikan yang kau perbuat. Terlalu banyak kasih sayang dan ketulusan yang kau berikan. Aku tak mungkin menuliskan semuanya, biarkan itu menjadi rahasiaku saja. Terlalu banyak juga air mata yang telah kutumpahkan karena dosa dan kesalahanku yang melukaimu. Terlalu banyak juga maaf yang kau berikan, walaupun persediaan maafmu takkan habis. Terimakasih untuk semua itu. Aku berharap kau terus berada disisiku, bukan untuk menumpahkan airmatamu lagi, aku ingin membuat lengkung bulan yang indah di bibirmu :).
4 bulan bukanlah waktu yang singkat, banyak kejadian-kejadian yang terkadang tidak berkenan dihati, dan menjadikannya beban pikiran. Tapi setelah dibicarakan, aku berharap tidak ada dendam untuk membalaskannya. Aku menginginkan kejujuran selalu menghiasi hubungan ini, karena tanpa itu, akan tiada arti apa-apa hubungan ini.
Aku tidak ingin terlalu banyak mengumbar janji terhadapmu, karena aku takut tak mampu untuk melunasi semua janji itu. Tapi, aku juga tak mau untuk selalu melukaimu seperti yang pernah aku lakukan. Aku berharap dapat mengganti semua itu dengan ketulusan yang masih kumiliki.
Terkadang rasa kekesalan terhadapmu juga menyelinap dihatiku, ya kekesalan itu dikarenakan “dia” yang pernah menemani harimu, dan hingga kini aku menganggapnya adalah tumbuhan yang “tidak bersahabat”, aku tau kau pasti mengerti dengan semua maksudku. Semoga dengan semua modal kepercayaan yang aku berikan terhadapmu, dapat membuatmu bersikap yang seharusnya.
Aku akhiri tulisan ini, karena aku tak sabar untuk membalas pesan singkat darimu yang daritadi sudah mengisi kotak masuk telepon selulerku.aku menyayangimu, aku tau kau juga menyayangiku. Tetaplah menjadi dirimu,yang mampu menerima apa adanya aku. Aku ingin kau tidak peduli terhadap perkataan mereka yang menentang semua ini. ©RNH.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar