Tulisan emas kali ini aku buat khusus untuk
kamu yang disana. Yang saat ini tengah mengisi hari-hari aku dengan senyuman. Mengisi
setiap detikku dengan penuh kasih sayang. Menyempurnakan hidupku yang dulu
sempat kehilangan arah. Yang menjadi terbaik untuk mengisi hati ini dimulai
sekitar 4 bulan yang lalu. RNH
Sekitar 4 bulan yang lalu, 1 Maret 2012,
pukul 22.13 WIB, kamu menerimaku sebagai salah satu bagian dari hidupmu. Menyiagakan
diri untuk selalu menjagaku dalam ruang lingkup yang benar. Menerimaku dengan
segala kekurangan. Dan mampu mengerti apa yang aku inginkan dan aku butuhkan
dalam waktu yang bersamaan. Ketulusan itu yang membuatku bertekuk lutut
terhadapmu.
Sahabat jadi cinta, itu adalah hal
sering kau katakan padaku ketika malam tiba sebelum aku (selalu) meninggalkanmu
untuk menjelang mimpi terlebih dahulu. Aku jatuh cinta, adalah lagu yang
paling sering kamu nyanyikan untuk menghantarkanku dalam kelelapan. Aku harap
itu adalah perasaanmu setiap hari ketika masih menjalani hari-hari ini
denganku.
Setiap kali kerinduan mengisi relung hati
yang kosong, aku selalu ingin bertemu denganmu detik ketika aku merindukanmu
(walaupun setiap detik). Ya... itulah aku, manusia yang paling sulit untuk
menahan mengatakan kangen, rindu, dan sejenisnya dengan semua itu. Aku yakin
kamu juga merasakan hal yang sama setiap kali aku mengungkapkannya lewat pesan
singkat ataupun via gelombang suara :D.
Terlalu banyak kebaikan yang kau perbuat. Terlalu
banyak kasih sayang dan ketulusan yang kau berikan. Aku tak mungkin menuliskan
semuanya, biarkan itu menjadi rahasiaku saja. Terlalu banyak
juga air mata yang telah kutumpahkan karena dosa dan kesalahanku yang melukaimu. Terlalu banyak juga maaf yang kau berikan, walaupun
persediaan maafmu takkan habis. Terimakasih untuk semua itu. Aku berharap kau
terus berada disisiku, bukan untuk menumpahkan airmatamu lagi, aku ingin
membuat lengkung bulan yang indah di bibirmu :).
4 bulan bukanlah waktu yang singkat, banyak
kejadian-kejadian yang terkadang tidak berkenan dihati, dan menjadikannya beban
pikiran. Tapi setelah dibicarakan, aku berharap tidak ada dendam untuk
membalaskannya. Aku menginginkan kejujuran selalu menghiasi hubungan ini,
karena tanpa itu, akan tiada arti apa-apa hubungan ini.
Aku tidak ingin terlalu banyak mengumbar
janji terhadapmu, karena aku takut tak mampu untuk melunasi semua janji itu. Tapi,
aku juga tak mau untuk selalu melukaimu seperti yang pernah aku lakukan. Aku berharap
dapat mengganti semua itu dengan ketulusan yang masih kumiliki.
Terkadang rasa kekesalan terhadapmu juga
menyelinap dihatiku, ya kekesalan itu dikarenakan “dia” yang pernah menemani
harimu, dan hingga kini aku menganggapnya adalah tumbuhan yang “tidak
bersahabat”, aku tau kau pasti mengerti dengan semua maksudku. Semoga dengan
semua modal kepercayaan yang aku berikan terhadapmu, dapat membuatmu bersikap
yang seharusnya.
Aku akhiri tulisan ini, karena aku tak
sabar untuk membalas pesan singkat darimu yang daritadi sudah mengisi kotak
masuk telepon selulerku.aku menyayangimu, aku tau kau juga menyayangiku. Tetaplah
menjadi dirimu,yang mampu menerima apa adanya aku. Aku ingin kau tidak peduli
terhadap perkataan mereka yang menentang semua ini. ©RNH.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar